Toge Penyabungan, Menu Berbuka Pengobat Kangen Kampung Halaman

Bagi masyarakat Mandailing Natal yang merantau di kota Medan, berbuka dengan toge panyabungan dianggap sebagai pengobat rasa rindu dikampung halaman dan menjadi tradisi setiap tahunnya ketika bulan Ramadhan tiba. selain rasanya yang nikmat dan menyegarkan, makanan yang satu ini juga dipercaya mampu menghilangkan berbagai penyakit seperti menghilangkan panas dalam dan bibir pecah-pecah setelah seharian berpuasa.

Karena toge panyabungan memiliki rasa sangat manis yang bahan utamanya seperti lupis, cenil, tape pulut putih, dan tape pulut hitam, ditambah dengan cendol pandan,gula merah dan santan kelapa.

Indra, salah satu pembeli toge panyabungan mengatakan, “toge panyabungan rasanya enak, karena menggunakan gula asli aren, terus berasnya lebih enak karena pakai beras ketan, dan pulutnya juga lebih terasa,” Ujarnya.

Sementara itu, Khodijah Nasution, penjual toge penyabungan yang terletak di Jalan Gereja, Elvetia, Medan. Mengaku, memasuki bulan puasa penjualan toge penyabungan miliknya meningkat tajam dari hari biasa, saat hari biasa dirinya hanya mampu menjual 150 bungkus, namun pada bulan puasa dirinya dapat menjual hingga 300 bungkus perhari. Sedangkan untuk harga perbungkusnya dijual mulai harga sepuluh ribu sampai tiga belas ribu rupiah.