Bursa Asia lemah, Investor Mencerna Keadaan Politik di Italia

Sebagian besar bursa saham di kawasan Asia bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Selasa. Investor mencermati situasi politik di Italia dan penurunan harga minyak.

Mengutip CNBC, Selasa (29/5/2018), indeks Nikkei 225 jepang turun tipis 0,34 persen dan indeks Topix juga melemah 0,3 persen. Saham-saham di sektor utilitas memimpin pelemahan.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi tertekan 0,11 persen. Meskipun saham di sektor teknologi mengalami penguatan tetapi tak mampu mendorong indeks acuan di Seoul tersebut berada di zona hijau.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga tertekan melemah 0,02 persen. Saham-saham di sektor energi mengalami tekanan.

Beberapa pasar saham di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia tutup karena libur nasional.

Bursa saham di Eropa ditutup di zona negatif pada perdagangan Senin dan indeks di Italia jatuh lebih dari 2 persen karena krisis politik yang sedang berlangsung.

Presiden Italia Sergio Mattarella tengah menghadapi isu pemakzulan. Isu itu muncul baru-baru ini, setelah dirinya memveto kandidat menteri keuangan yang baru, Paolo Savona.

Langkah Mattarella memicu respons dari sejumlah anggota parlemen dan pemimpin partai besar Italia yang mendesak agar sang presiden mundur dari jabatannya.

Di Maio mengatakan, kebijakan Presiden Mattarella telah menyebabkan “krisis institusional”.

Di Maio mengusulkan pemakzulan berlandaskan pada Pasal 90 konstitusi Italia. Menurut pasal itu, parlemen bisa menuntut pemakzulan terhadap presiden dengan mekanisme pemungutan suara mayoritas (majority vote).

Jika sebagian besar suara parlemen menyetujui pemakzulan presiden, usulan itu kemudian diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi yang akan memutuskan apakah tuntutan itu dikabulkan atau tidak.

Sementara itu, pemimpin partai League, Matteo Salvini, mengusulkan agar pemilihan presiden baru segera dilaksanakan. League merupakan partai oposisi dan merupakan koalisi Five Star Party.