Anak Muda Incar Apartemen di Bogor

Pasar hunian vertikal kelas menengah di wilayah Bogor terus menggeliat. Fenomena ini seiring masih cukup tingginya penyerapan pasar.

Harga ini mengalami kenaikan sebesar 1,5% dibanding Q4 2017 yang hanya menorehkan indeks di titik 94,5. Dimana setelah sebelumnya indeks harga sempat melejit hingga titik 99,5 di Q3 2017 dan 97,6 di Q2 2017.

Secara year-on-year (y-o-y), indeks harga terkini lebih rendah dibandingkan kuartal pertama tahun lalu di mana tercatat berada pada titik 97,1.

Sementara itu berdasarkan catatan regional, pasar properti residensial di Jawa Barat terpantau tetap stabil. Index Jawa Barat berada pada titik 107,3 atau naik sebesar 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (q-o-q).

Harga ini mengalami kenaikan sebesar 1,5% dibanding Q4 2017 yang hanya menorehkan indeks di titik 94,5. Dimana setelah sebelumnya indeks harga sempat melejit hingga titik 99,5 di Q3 2017 dan 97,6 di Q2 2017.

Secara year-on-year (y-o-y), indeks harga terkini lebih rendah dibandingkan kuartal pertama tahun lalu di mana tercatat berada pada titik 97,1.

Sementara itu berdasarkan catatan regional, pasar properti residensial di Jawa Barat terpantau tetap stabil. Index Jawa Barat berada pada titik 107,3 atau naik sebesar 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (q-o-q).

Pasar apartemen yang masih stabil di Bogor setidaknya dibuktikan dengan penjualan apartemen Royal Heights Apartments yang berlokasi di area Tajur. Kepada Rumah.com, pengembang yakni PT Tajur Surya Abadi, mengklaim telah menjual 60% dari total 79 unit dalam kurun waktu 1,5 bulan saja.

Dari tower pertama apartemen 5 lantai ini, pihaknya berhasil membukukan total penjualan sekitar Rp20 miliar. Pengembang optimistis akhir Juni tower pertama akan sold out.

“Rasa percaya diri ini tak lepas dari pesona Bogor yang punya kondisi alam dan kualitas lingkungan lebih, jika dibandingkan wilayah lain seperti Jakarta, Depok, Tangareng, dan Bekasi (Jadetabek),” ucap Project Manager Royal Tajur, Ardian Hendra Royal Tajur.

Survey ini bertujuan untuk mengetahui respon konsumen properti terhadap kondisi pasar properti saat in, yang hasilnya akan berguna bagi para pelaku pasar properti, baik konsumen, penjual, maupun pembuat peraturan.

Ada tujuh alasan yang menjadikan Bogor layak disebut sebagai hunian idaman keluarga, diantaranya dekat dengan Ibukota, huniannya belum terlalu padat jika dibandingkan dengan Jadetabek, dan merupakan kawasan sunrise property.

Di samping itu, alasan lainnya adalah harga yang masih relatif terjangkau, suasana sejuk dan nyaman, banyak tempat wisata, dan rencana pembangunan infrastruktur besar yang terus berkembang,” sambung Ardian.

Royal Heights Apartments sendiri dipasarkan seharga Rp13,5 juta per meter persegi, lebih rendah daripada harga pasaran apartemen di kawasan Bogor yang mencapai Rp17 juta per meter persegi. Harga unit apartemen diperkirakan akan naik 10% saat tower kedua sudah dipasarkan.

“Jika bicara ketertarikan konsumen terhadap hunian di Royal Tajur, lebih kepada lingkungan yang hijau dan asri dengan view pegunungan. Namun karena harga rumah tapak minimal sudah Rp800 jutaan, akhirnya mereka memilih beli apartemen yang harganya masih Rp300 jutaan,” tukasnya

Menurut catatan pengembang, profil pembeli apartemen sebanyak 60% merupakan end user asal Bogor dan sekitarnya. Sedangkan 40%-nya datang dari Jakarta yang sebagian besar adalah investor yang fokus akan potensi sewa apartemen.